Sabtu, 26 Juni 2010

apa ya..

Okinawa, 26 Juni 2010

Ribuan kata membuncah di otakku, tetapi semuanya bercampur aduk, saling berusaha untuk keluar, mendesak, berjejal-jejal, tumpah ruah. Tiap potongan memori, rasa, warna membaur. Ingin kuceritakan apa yang kurasakan, tetapi perasaan itu begitu abstrak. Semua rasa, kata dan warna ini mendesak ingin keluar, saling mendahului, meninggalkan ku dalam bingung dan kebisuan. Ah, andai aku seorang yang pandai merangkai kata, derasnya arus kata-kata ini mungkin akan mengalir indah bagai sungai yang tenang, tidak berombak beriak-riak.

Pikiran ku meloncat kesana dan kesini, lincah hingga jemariku tak dapat menangkapnya, memerangkapnya dalam kalimat-kalimat yang menari di atas keyboard. Lagi-lagi aku bingung dengan apa yang ingin kuutarakan. Senyap.

Hingga satu subjek menjejak di benakku. Sebenarnya sudah puluhan kali subjek itu menjejak di benakku, namun tak pernah dapat ku jerat, ia menjejak dan melesat, pergi secepat ia datang. Tapi kali ini tak akan kubiarkan ia lolos: Okinawa.

Okinawa,
Sebuah kota kecil yang tenang dan penduduk yang ramah. Ia tak semegah Tokyo atau Jakarta. Tapi aku mencintainya karena kesederhanaannya. Pagi, siang, sore hingga malam selalu terlihat orang jogging di jalan-jalannya. Tak sesibuk Tokyo, penduduknya masih sempat menyapa. Aku jatuh cinta pada kota ini dan orang-orangnya.

Udah ah jadi kaku pake bahasa pujangga gini hahaha..

Orang-orang Jepun ini emang bikin kagum, mereka jujur, ramah, sopan, dan modis lagi. Kita mau ninggalin laptop aja ngga akan ada yang ambil. Kalau kita minta tolong ke mereka, mereka bakal nolongin kita sampai bener-bener tuntas. Dibandingin dengan di Indonesia, hehehe..

HP di kantong aja bisa lenyap, dan ngga usah dibilang dengan segala sesuatu yang terjadi di atas kereta. Dan yang namanya birokrasi ribet itu ngga ada, mereka disiplin, tetapi kalau kita emang menuhin persyaratan, ya lancar-lancar aja. Ngga ada yang namanya lempar sana, lempar sini yang bikin emosi. Kapan ya kita bisa kayak gini..

Terus kalau disini yang namanya baru belajar ngga akan dicaci maki, trus kalau kita mau jungkir balik atau apa ngga akan diledekkin kayak di Indonesia. Mau pake baju seaneh apa, mau ngapain juga ngga apa-apa. Mereka juga gampang banget muji orang. Bener-bener baik banget deh orang-orang Jepang. Duh, orang-orang Jepang ini,, padahal mereka ngga punya agama, tetapi kenapa etikanyanya bisa sebagus ini ya.. Ada yang tau?

(tuh kan udah ribet, keluarnya cuman segini doang, gomen ne)

2 komentar:

  1. wuahhhh,,, manik,,, ternyata jiwa pujanggamu,,,
    hihihihi, bagus,,,bagus,,,bagus,,,
    *teyya likes manik's post about okinawa =)*

    jadi PENGEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNN kesanaaaaa,,,

    AAAAMMMMMMIIIIIIINNNN =D

    BalasHapus
  2. RaOy-sama bilang: " mauuuuu ikuuuuuuuut........
    *manik sungguh mantab bahasanya,,, ampe kebawa pas ngeSMS temen gua.., red*"

    BalasHapus